Sunday, 26 April 2015

Short Trip ke GUNUNG MUNARA bukan MUNAROH

HALLO :D

Akhirnya buka blog ini juga. hahaha. udah berdebu sepertinya blog ini di tinggal pemiliknya dari akhir tahun 2014 yang lalu :)).

Setelah sekian lama disibukkan dengan banyak aktivitas diluar sana yang bikin ganggu waktu nulis aku :p

Sekarang mau cerita tentang trip singkat aku dan teman-teman yang mungkin sedang galau  banyak waktu luang.

Setelah merencanakan kurang lebih satu bulan dan nyaris gagal (lagi), akhirnya kami berempat jadi juga jalan-jalan singkat ke Puncak Munara di ujung daerah yang bernama Parung, Bogor.

Sore itu aku berangkat dari rumah menggunakan angkot di sambung Ojeg menuju stasiun Universitas Indonesia. Tadinya mau buru-buru jalan dari jam 2 siang di sabtu sore yang cerah itu. Tapi, karena mata rasanya butuh tidur karena hari sebelumnya ada acara yang bikin badan dan mata butuh istirahat jadilah aku berangkat dari rumah jam 4 sore. Dan ternyata Bang Eko, Azry dan Adit sudah nunggu di stasiun Bogor dari tadi. Hahahaha *Maapkeun :D

Satu jam kurang lebih perjalanan dari UI sampai Bogor dengan Commuter Line yang gak penuh-penuh amat kaya waktu di hari biasa. Sesampainya di stasiun Bogor disambutlah aku dengan hujan deras dan yak, hampir basah tapi alhamdulillah masih bisa lari buat neduh. 

Sambil nunggu Azry yang mau nyamperin aku di depan stasiun, aku melihat kesekeliling stasiun Bogor yang sudah mulai berubah (lagi) menjadi lebih bagus (lagi). Alhamdulillah.

Tak lama, Azry pun datang menghampiri. "Bawa Jas ujan kan, Mpok?" tanya Azry. "Bawa dong :D".. OK, akhirnya aku pake jas hujan kemudian kami berjalan ke arah sebuah warung tak jauh dari Stasiun Bogor. Disana udah ada Bang Eko dan Adit. Setelah siap-siap dan beli beberapa botol air minum kami pun berangkat menuju Puncak Munara alias Gunung Munara. Aku di bonceng Azry dan Adit ngebonceng Bang Eko. Kami berempat beriringan menuju kesana.

Di tengah perjalanan kamipun berhenti sebentar untuk membeli kopi dan mie instan buat masak diatas. sekalian beli martabak buat yang lagi ngidam :)). 

Kurang dari 2 Jam kamipun tiba di basecamp gunung Munara. Tapi sebelumnya kami sempat tersasar ke tempat pertambangan dan di berikan arah yang benar oleh penjaganya. Iya, kami ga nanya google lokal disana sebelumnya, malah menggunakan Google maps dari HP aku yang sekiranya sudah hampir mati karena baterainya sudah mau habis, Akhirnya kami memutuskan untuk menunggu Agung, temannya bang Eko yang menyusul kami dan memberikan arah yang benar menuju basecamp.

Jam 11 malam kurang lebih kami tiba di basecamp dan disambut sapaan ramah dari warga sekitar yang biasa di titipkan motor para pendaki yang berkunjung kesana. Kamipun diberikan tanda parkir berupa karcis tanda penitipan motor.

Yuk Bang kita nanjak ~~~

Etapi kita harus daftar dulu di mamang-mamang yang nunggu di pos. Tulis nama, alamat, jumlah rombongan dan nomor telepon. Gak lupa kami diwajibkan bayar karcis masuk dan parkir motor. Klo gak salah aku bayar sejumlah Rp.55.000,- untuk 5 orang dan 3 motor. 

Tak lama setelah urusan pendaftaran beres, kami berdoa dan perlahan mulai pendakian. Seingat aku kurang lebih 1 jam perjalanan sampai kami ketemu puncak. Jalur nya pun tanah berakar yang kalau dilewati ketika hujan bisa merosot lagi ini kaki. hehehe.

Tapi untungnya aku punya cowok-cowok setia yang dampingin. Jadi ga akan ditinggal walau lelet jalan karena menikmati suasana malam itu :)). 

Sesampainya di puncak aku langsung cari lapak buat duduk. Azry dan Bang Eko seperti biasa nyari tempat buat kita bikin tenda. Tapi sayangnya kita ga punya lapak buat bikin tenda karena penuh dengan yang sudah duluan tiba disana. Akhirnya kami putuskan untuk tidur di atas bebatuan tak rata di lapisi beberapa matras. Kamipun berlima tidur dengan arah yang tak menentu karena banyak batu :)).

Pemandangan malam hari dari Puncak Munara

Pagi pun tiba. dan aku terbangunkan oleh suara berisik para pendaki yang baru datang pagi itu -_-.
rame banget pada foto-foto di atas batu. Aku dan yang lainnya cuma mikir, tak aja akh fotonya masih rame. Dan benar saja, lebih siang sedikit para pendaki itu sedikit demi sedikit uda menghilang alias sudah turun ke habitatnya :p


Mari saksikan foto-foto kami dari Puncak Munara ~


Photo taken by Azry 

Coba Bond, Muke lo geser dulu dikit :D

Edisi Narsis

Di Puncaknya juga ada warung loh, malah ada yang jualan lontong isi oncom dan gorengan plus sambel kacangnya pas pagi-pagi. Mungkin semacam warkop gitu jajanannya. Jadi yang mau kesini tanpa tenda dan bekal juga bisa. Puncaknya juga menurutku ga (begitu) dingin. Sebelum kita turun kebawah tak lupa kami berlima foto untuk mengenang kebersamaan kami *halah.


ki-ka : Azry, Aku, Adit, Agung dan Bang Eko alias Bond Cabe a.k.a Bos cabe-cabean x)


Setelah foto kamipun melipir turun ke basecamp. Di perjalanan turun kami melihat batu besar yang di dalamnya ternyata ada Goa. Oiya, pas malam perjalanan kami pas naik kami mendengar suara sekumpulan orang yang sedang membaca Yassin dan tahlil di dalam goa. Aku pikir hanya aku yang mendengar kala itu tapi setelah aku kroscek ke yang lain mereka ternyata juga mendengar. Jadi bukan mistis sodara- sodara *padahal udah parno :))

Setelah berhenti sejenak ternyata ada orang yang manggil-manggil kami. Siapakah gerangan? hmmm ternyata Bang Cek, Bang Mpe dan Rombongan! Wah, ketemu mereka alamat kena Bully-an deh ya -__________________-. 

Setelah dibikinin kopi dan di kasih cemilan cepuluh sama Bang Mpe plus kena bully-an karena putus cinta di masa lalu :(, akhirnya kita lanjut turun! *Tapi foto duluuu dong :D



Diajak mampir ke rumah Bang Mpe yang tak begitu jauh dari kota Bogor. Ngerumpi, masak-masak, makan-makan, ngupi-ngupi dan foto-foto sampai malem baru bisa pulang karena ulah si pemilik rumah dan teman-temannya -___-.


Mari makan ^^
Menjelang matahari terbenam di belakang rumah bang mpe ^-^
Setelah ketawa kelar, aku, bang eko, azry dan adit kembali ke Bogor dan berpisahlah kami di stasiun kereta Bogor. Aku dan Bang Eko meneruskan perjalanan ke Jakarta dan rumah kami  masing-masing. Alhamdulillah perjalanan kami lancar walau ada sedikit hujan dan sedikit nyasar.

Sampai jumpa di cerita trip selanjutnya. Terima kasih telah membaca :)


Sunday, 30 November 2014

Sensasi Arung Jeram di Sungai Citatih.


Sore itu, dengan perencanaan yang spontan dan disetujui oleh yang lainnya, aku dan teman yang lainnya merencenakan berpetualang di derasnya Sungai Citatih. Awalnya saya agak ragu untuk memulai trip ini karena kondisi air hujan yang turut datang dari langit sekitaran bulan oktober ini. Dengan kegalauan dan pertimbangan yang sudah di diskusikan sebelumnya oleh penyelenggara disana, aku pun meng-iya-kan dan melanjutkan rencana perjalanan yang sudah di setujui bersama.


Dua hari sebelum keberangkatan, aku dan beberapa kawan yang juga ikut serta dalam acara ini sibuk menyiapkan segala sesuatu yang sekiranya akan diperlukan pada saat hari-H. Bus, Supir, konsumsi, Doorprize, peserta sampai obat-obatan kami siapkan demi kelancaran acara yang kami usung bersama tersebut.

HARI-H

Hari itu akhirnya tiba, aku berangkat tepat pukul 04.30 pagi. Karena rencananya kami akan berangkat ke Sukabumi pada pukul 06.00, maka saya sudah berangkat pagi hari demi kelancaran acara ini.

Setelah cek dan ricek untuk para peserta akhirnya dengan di iringi doa bersama yang di pimpin oleh Bapak Satrifo, Bus kami melaju ke arah Sukabumi di titik kumpul kami dengan EO nya. Tawa dan canda pagi itu mengiringi perjalanan kami. Bus Blue Star pun melaju dengan aman dan nyaman terkendali.

Pembagian hadiah pun dimulai. Setiap peserta di berikan 1 nomor undian untuk di tukar dengan hadiah sesuai dengan nomor pilihannya. Banyak hal konyol disini, karena hadiah-hadiahnya di buat untuk menghibur saja. Seru!

 
Hueboh 


Lumayan dapet Bengbeng sedus :))

Setelah beberapa jam perjalanan, tibalah kami di Sukabumi. Tepatnya di Niagara Rafting. Tour Operator kami yang akan membawa kami mengarungi derasnya sungai Citatih sepanjang 13Km.

Saat tiba disana, kami disambut oleh Mas penjaga yang aku lupa namanya. Anggap saja namanya Mas Gede, soalnya badannya gede. Mas Gede menerangkat jadwal kami hari itu dan mempersilahkan kami menyantap makan pagi di pelataran saung di basecamp Niagara Rafting.

Makanan yang disediakan kami santap dengan lahap. Mungkin efek lelah di dalam bus dan snack yang disediakan kurang banyak jadi kami agak sedikit kalap menyantap makananya.

Sarapan dulu ica keleus

Setelah bersiap dengan pakaian yang akan terbasahi oleh air di sungai Citatih, beserta tas yang siap di angkut oleh panitia setempat ke tempat finish point, kami di angkut menggunakan kendaraan angkutan umum charteran yang di sediakan oleh EO. Kapasitas yang di berikan juga tak telalu sempit. Ada 3 buang mobil yang disediakan untuk membawa kami ke start point untuk Arung jeram siang itu.

Team BKI Ceria, selalu ceria ^.^

Kurang lebih 1 jam perjalanan kami melewati desa yang masih belum banyak tersentuh oleh pemerintah daerah alias masih kurang perhatian dengan kemulusan jalan yang kiranya banyak dilalui oleh para pelancong yang ingin menikmati wisata arung jeram di sungai citatih tersebut.

***

1 jam perjalanan berlalu, aku dan rombongan di beri briefing sebelum kami di bagi menjadi beberapa kelompok dalam sebuah perahu yang akan membawa kami mengarungi sungai yang alirannya terbantu oleh adanya PLTA di daerah itu.

Setelah semua siap kamipun turun ke arah aliran sungai dan menaiki perahu yang telah disediakan dengan masing-masing pemandu yang siap mendampingi kami. BRURRRRRRR banyak cipratan yang mulai mengarah dari satu perahu ke perahu yang lainnya. Akupun tak luput dari siraman air yang di guyur seorang kawan dengan segala keisengannya.









Aku, Fahrul, Mas Aan dan Mas Soleh di 1 tim perahu membawa kami mengarungi sungai yang alirannya deras siang itu, Satu per satu dari kami tercebur dan basah kuyup, entah itu terpental karena perahu kami menabrak batu besar ataupun ditarik oleh rekan kami dari perahu lain.

Kurang lebih setelah menikmati perjalanan sekitar 2 jam di aliran sungai Citatih. Banyak vendor Arung jeram disekitaran tempat pemberhentian kami. Tak lupa setelah tiba di finish point kami meminum Air kelapa segar yang disediakan oleh EO kami disana, Fasilitas kamar mandi dan tempat peristirahatan nya juga cukup bersih dan banyak jadi kita tak perlu  terlalu lama antri untuk bersih-bersih. Barang bawaan seperti tas yang di bawa oleh team EO kami ke finish point tadi juga aman. 

Ada tempat free massages nya juga, kasih aja seikhlasnya kalau mau kasih tip untuk ibu-ibu yang pijat. Etapi saranku sih ga usa ikut pijat karena otot tangan dan kaki masih kaku (terutama tangan) jadi bisa lebih sakit setelah melakukan pemijatan. Pengalamanku sehabis melakukan jeram ini ga bisa tidur karena tangan sakit banget karena mendayung. hahaha.

Setelah acara selesai kami kembali diantar ke bus dan siap kembali ke jakarta. Peserta Senang, Panitia Gembira!

**Sampai jumpa di trip selanjutnya**


Catatan kecil :

Cakrawala Outbound Rp. 275.000,- /pax 
Bus Blue Star : Rp. 3.700.000,- / 40 Seats
Toll + Parkir : Rp. 300.000,-
Snack : Rp. 10.000,-/box