Friday, 1 January 2021

Cara menikmati dan mengatur uang (aku) yang dulu dan sekarang


Selamat Pagi/siang/sore/malam...
Hai hai kembali lagi disini 😂. Hmmm, semoga kita semua dalam keadaaan baik yah.. Aamin ya Rabbal alaamiin.. Masih dalam suasana tahun baru 2021 dengam segala harapan dan mimpi yang otw terwujud tahun ini (amiin-kan yuk😄).. Di hari ke 2 tahun 2021 ini aku akan sedikit throwback tentang diri aku yang dulu nih. Tentang aku yang dulunya pernah muda (sekarang dah tua kah (?)😅) 

Aku mau tanya dulu nih.. Adik-adik yang belum nikah uda punya tabungan berapa? Ssst, sebutnya dalam hati aja ya 😃. Jujur aja nih, aku ini sebelum nikah doyan banget yang namanya travelling, rasanya hidupku lebih lengkap aja gitu kalau bisa kesana kemari nikmatin alam di Indonesia. Sampai orang disekitarku bingung hmmm ini anak uangnya gak pernah habis tiap minggu trip terus 🤣 (padahal mah...😅). Boro-boro mikirin dana darurat, visi dan misi aku nabung dulu ya buat nge-trip alias jalan-jalan.. mau backpackeran atau koperan yang penting kita jalan. Hahaha.

Sadar-sadar dan bisa ngerem ke diri sendiri itu pas diajakin nikah sama Pak Suami..mulai deh ngantur keuangan sedemikian rupa. Nge-trip pun gak se-sering kaya dulu. Banyakin nabungnya buat modal nikah. Karena jujur aja biaya aku nikah gak di bantu sama orang tua :')

Yup, sekilas masa mudaku dulu seperti itu, yang aku syukuri adalah aku memang gak pernah mau berurusan sama pinjam meminjam uang sama teman apalagi sama bank, kartu kreditpun gak punya. Jadi aku ngerasa keuangan aku aman-aman aja selama aku gak ada hutang dan hobiku travelling tetap jalan.

Nah, sekarang...Hmmm, sekarang nih ya... Keadaan sudah berubah 180° .. Dimana kondisi saat ini sudah punya suami, sudah punya anak, aku juga uda resign dari kantor, penghasilan juga udah beda walaupun sekarang aku masih suka kerja dari rumah. Gaji suami juga sudah ada jatah post masing-masing. Keperluan rumah tangga, kesehatan, tabungan sekolah anak, dana liburan sampai menyiapkan dana darurat. Gak bisa seenak jidat kalau mau liburan kayak dulu. Waktunya pun terbatas karena ada kewajiban pada suami dan anak. Jadi, kalau mau diajak jalan sama teman misalnya.. harus ada ijin dulu sama suami dan anak dan budgetin dananya jangan sampai merusak cashflow rumah tangga selama sebulan :))

Dan hikmah dari aku berumah tangga adalah pengaturan keuangan yang semakin membaik bagiku. Intinya gak bisa egois kalau uda jadi istri dan punya anak. Harus punya plan dan goals dalam hidup berumah tangga  yang pastinya harus ada dukungan dari pasangan kita. Intinya harus kompak dan terbuka untuk masalah yang satu ini.

Kalau kalian gimana cara atur keuangannya selama belum menikah dan setelah menikah? Ada perbedaannya gak atau sama aja? Yang pasti harus lebih baik lagi ya.. Aamiin.. Dan trus semangat ya! :'))


#odopicc #30hbcicc #30haribercerita #indonesiancontentcreator #odopiccday2

Sebuah Harapan (ku) di 2021


Bye 2020.
Selamat datang 2021.

Di hari jumat pertama, diawal tahun ini. Aku disapa oleh awan yang mendung diatas langit. Hei 2020 terima kasih ucapku atas kebahagiaan ataupun kesedihan yang kau beri. Hello 2021, aku siap lebih baik lagi. (Aamiin)

2020 memang banyak cerita, dari mulai bahagia, sedih, bahagia (terus..aamiin).. Di tahun ini aku kehilangan orang yang amat ku sayangi. Nenekku. Iya, beliau yang sedari kecil yang paling perhatian, yang paling bawel. Semoga Ibu diterima di sisi Allah SWT..aamiin.. Btw, hari ini adalah hari lahir alm. Nenekku.. Minta keikhlasan Alfatihah nya ya kawan 🤗

Banyak mimpi dan harapan di 2020 yang tertunda karena pandemic. Iya, pandemic ini sepertinya membuat kita harus menahan segala gerak laju perkembangan diri serta keluarga ya? Harus banyak menahan sabar untuk melakukan aktivitas di luar, harus jaga kesehatan agar tidak terserang penyakit dan lain sebagainya.

Ku harap tahun 2021 ini pastinya lebih baik dari tahun sebelumnya.. Banyak impian-impian yang belum terwujud. Banyak hal-hal yang pengen di lakuin yang sempat tertunda. Banyak sekali... Dari mulai pengen ketemu keluarga, teman, makan di pinggir pantai, camping di gunung bareng si kecil bahkan punya anak lagi hahaha.

Sekiranya harapan yang pernah terlintas di benakku pada awal tahun 2020 yang lalu dan belum sempat terwujud, ingin sekali terealisasi di tahun ini. Apalagi untuk bisa bertemu dengan keluarga rasanya seperti benar-benar di batasi.. Bukan hanya jarak saja tapi juga keadaan yang memaksa kita semua buat lebih bersabar demi kesehatan bersama.

Aku berharap sekali Pandemic ini yang sedang melanda dunia bisa segera berakhir di tahun 2021 ini. Segera. Secepatnya dan ditemukan solusinya berupa vaksin yang bisa penangkal virus menyebalkan tersebut. Aamiin. Bayangkan deh kalau virus ini gak ilang-ilang..selain fisik kita yang sakit, mental kita juga bisa sakit.. Ya gak sih? Contohnya nih, menghadapi anak yang belajar via online aja para pendamping khususnya Ibu bisa uring-uringan. iya kalau anaknya 1 mungkin masih baik-baik saja ya.. Tapi jika anaknya 5 dan semuanya sekolah gimana tuh ya bagi waktunya? Heheheh (maafkan, ini hanya khayalanku saja)

Ku juga selalu berharap Pemerintah kita bisa mengambil keputusan yang tegas dan bijak demi kesehatan masyarakatnya. Karena Pemerintah adalah kunci awal dari sebuah tindakan masyarakatnya walau yang menjalani masyarakatnya itu sendiri.

Well, aku berharap sekali tahun 2021 tahun yg baik, segala harapan-harapan aku, kamu, kita dan semuanya terwujud ya! Yuk, kita saling mendoakan agar segala harapan kita semua di tahun ini di iya-kan oleh Sang Maha Pencipta Allah SWT.. Aamiin Ya Rabbalalaamiin 🤗

#odopicc #30hbcicc  #30haribercerita #indonesiancontentcreator #odopiccday1