Sunday, 30 November 2014

Sensasi Arung Jeram di Sungai Citatih.


Sore itu, dengan perencanaan yang spontan dan disetujui oleh yang lainnya, aku dan teman yang lainnya merencenakan berpetualang di derasnya Sungai Citatih. Awalnya saya agak ragu untuk memulai trip ini karena kondisi air hujan yang turut datang dari langit sekitaran bulan oktober ini. Dengan kegalauan dan pertimbangan yang sudah di diskusikan sebelumnya oleh penyelenggara disana, aku pun meng-iya-kan dan melanjutkan rencana perjalanan yang sudah di setujui bersama.


Dua hari sebelum keberangkatan, aku dan beberapa kawan yang juga ikut serta dalam acara ini sibuk menyiapkan segala sesuatu yang sekiranya akan diperlukan pada saat hari-H. Bus, Supir, konsumsi, Doorprize, peserta sampai obat-obatan kami siapkan demi kelancaran acara yang kami usung bersama tersebut.

HARI-H

Hari itu akhirnya tiba, aku berangkat tepat pukul 04.30 pagi. Karena rencananya kami akan berangkat ke Sukabumi pada pukul 06.00, maka saya sudah berangkat pagi hari demi kelancaran acara ini.

Setelah cek dan ricek untuk para peserta akhirnya dengan di iringi doa bersama yang di pimpin oleh Bapak Satrifo, Bus kami melaju ke arah Sukabumi di titik kumpul kami dengan EO nya. Tawa dan canda pagi itu mengiringi perjalanan kami. Bus Blue Star pun melaju dengan aman dan nyaman terkendali.

Pembagian hadiah pun dimulai. Setiap peserta di berikan 1 nomor undian untuk di tukar dengan hadiah sesuai dengan nomor pilihannya. Banyak hal konyol disini, karena hadiah-hadiahnya di buat untuk menghibur saja. Seru!

 
Hueboh 


Lumayan dapet Bengbeng sedus :))

Setelah beberapa jam perjalanan, tibalah kami di Sukabumi. Tepatnya di Niagara Rafting. Tour Operator kami yang akan membawa kami mengarungi derasnya sungai Citatih sepanjang 13Km.

Saat tiba disana, kami disambut oleh Mas penjaga yang aku lupa namanya. Anggap saja namanya Mas Gede, soalnya badannya gede. Mas Gede menerangkat jadwal kami hari itu dan mempersilahkan kami menyantap makan pagi di pelataran saung di basecamp Niagara Rafting.

Makanan yang disediakan kami santap dengan lahap. Mungkin efek lelah di dalam bus dan snack yang disediakan kurang banyak jadi kami agak sedikit kalap menyantap makananya.

Sarapan dulu ica keleus

Setelah bersiap dengan pakaian yang akan terbasahi oleh air di sungai Citatih, beserta tas yang siap di angkut oleh panitia setempat ke tempat finish point, kami di angkut menggunakan kendaraan angkutan umum charteran yang di sediakan oleh EO. Kapasitas yang di berikan juga tak telalu sempit. Ada 3 buang mobil yang disediakan untuk membawa kami ke start point untuk Arung jeram siang itu.

Team BKI Ceria, selalu ceria ^.^

Kurang lebih 1 jam perjalanan kami melewati desa yang masih belum banyak tersentuh oleh pemerintah daerah alias masih kurang perhatian dengan kemulusan jalan yang kiranya banyak dilalui oleh para pelancong yang ingin menikmati wisata arung jeram di sungai citatih tersebut.

***

1 jam perjalanan berlalu, aku dan rombongan di beri briefing sebelum kami di bagi menjadi beberapa kelompok dalam sebuah perahu yang akan membawa kami mengarungi sungai yang alirannya terbantu oleh adanya PLTA di daerah itu.

Setelah semua siap kamipun turun ke arah aliran sungai dan menaiki perahu yang telah disediakan dengan masing-masing pemandu yang siap mendampingi kami. BRURRRRRRR banyak cipratan yang mulai mengarah dari satu perahu ke perahu yang lainnya. Akupun tak luput dari siraman air yang di guyur seorang kawan dengan segala keisengannya.









Aku, Fahrul, Mas Aan dan Mas Soleh di 1 tim perahu membawa kami mengarungi sungai yang alirannya deras siang itu, Satu per satu dari kami tercebur dan basah kuyup, entah itu terpental karena perahu kami menabrak batu besar ataupun ditarik oleh rekan kami dari perahu lain.

Kurang lebih setelah menikmati perjalanan sekitar 2 jam di aliran sungai Citatih. Banyak vendor Arung jeram disekitaran tempat pemberhentian kami. Tak lupa setelah tiba di finish point kami meminum Air kelapa segar yang disediakan oleh EO kami disana, Fasilitas kamar mandi dan tempat peristirahatan nya juga cukup bersih dan banyak jadi kita tak perlu  terlalu lama antri untuk bersih-bersih. Barang bawaan seperti tas yang di bawa oleh team EO kami ke finish point tadi juga aman. 

Ada tempat free massages nya juga, kasih aja seikhlasnya kalau mau kasih tip untuk ibu-ibu yang pijat. Etapi saranku sih ga usa ikut pijat karena otot tangan dan kaki masih kaku (terutama tangan) jadi bisa lebih sakit setelah melakukan pemijatan. Pengalamanku sehabis melakukan jeram ini ga bisa tidur karena tangan sakit banget karena mendayung. hahaha.

Setelah acara selesai kami kembali diantar ke bus dan siap kembali ke jakarta. Peserta Senang, Panitia Gembira!

**Sampai jumpa di trip selanjutnya**


Catatan kecil :

Cakrawala Outbound Rp. 275.000,- /pax 
Bus Blue Star : Rp. 3.700.000,- / 40 Seats
Toll + Parkir : Rp. 300.000,-
Snack : Rp. 10.000,-/box


  

Wednesday, 29 October 2014

Jelajah Museum Angkut Plus Movie Star Studio di Batu..

Di Batu ada sebuah tujuan wisata baru. Ya, belum genap 1 tahun dibuka tetapi museum ini sudah ramai dibicarakan oleh pencita jalan-jalan dan juga sudah ramai dikunjungi oleh pecinta otomotif, sejarah bahkan para penggila photography. Namanya Museum Angkut & Movie Star Studio. Museum Angkut Movie & Star Studio adalah salah satu tempat wisata yang lumayan baru di Kota Batu, Jawa Timur. Soft launching-nya di buka pada awal Maret tahun 2014 ini.
Berangkat dari Jakarta ke Surabaya melalui udara dan dilanjutkan menuju kota Malang melalui perjalanan darat yang menghabiskan waktu 2 jam perjalanan membuat kami semakin antusias untuk mengunjungi tersebut.
Memasuki gerbang yang keliru tak membuat kami patah semangat mencari letak Museum yang sekarang menjadi salah satu wisata unggulan di kota tersebut. Memasuki area parkir pandanganku terarah ke sebuah pesawat bekas yang ada di atas Museum. tercirikan sekali pikirku. Akupun dan yang lainnya melangkah ke menuju tempat pembelian tiket masuk. Aku agak sedikit terkejut dengan harga tiket sebuah museum pada saat itu. “Wah, ternyata mahal juga ya…” lebih mahal dari Museum Ullen Sentalu yang di olah oleh swasta pikirku.

Pintu Museum tampak depan

Seorang penjaga tiket menawarkanku untuk membeli tiket terusan hari itu. Harga untuk tiket terusan Rp.85.000/orang sedangkan yang tiket tidak terusan seharga Rp. 75.000,-/orang. Tiket terusan yang di maksud adalah kita dapat pula berkunjung ke Pasar Apung dan Museum D’Topeng yang letaknya masih dalam Area Museum Angkut ini. Petugas memberikan tiket berbentuk gelang yang kita gunakan selama berada di kawasan Museum. Jika kalian membawa kamera untuk mengambil gambar dikenakan juga biaya kamera sebesar Rp.30.000/kamera (kecuali hp). Selain Museum Angkut, disana juga terdapat Pasar Ah Poong yaitu sejenis pasar terapung yang konsepnya tak lain tak bukan hampir sama dengan pasar terapung yang terkenal yang berada di Kalimantan. Ada juga Museum D’Topeng, sama dengan nama nya, Museum ini mengoleksi berbagai macam topeng khas dari Indonesia. Kebetulan Museum D’Topeng ini sedang soft launching. Jadi koleksi yang di pamerkan baru sedikit dengan tempat yang terbatas juga.
Lanjut ke Museum Angkut, pertama-tama setelah kita membeli tiket masuk dan di “gelangkan” di pergelangan tangan kita, kita juga melalui pemeriksaan security. Barang bawaan di periksa satu persatu demi keamanan dan kenyamanan masing-masing pengunjung.

Tiket Gelang Museum Angkut & Movie Star Studio


Saat itu pandanganku terarah pada rangkaian mobil-mobil antik yang di pajang di ruang depan. Antik dan mewah. Selain angkutan yang di pamerkan di ruangan itu, kita juga dapat berfoto dengan beberapa kendaraan yang memang disediakan untuk di jadikan objek para manusia narsis seperti aku. Keterangan-keterangan gambarnya juga lumayan lengkap, sayangnya tak ada guide yang menemani kami berkeliling museum ini.

Museum Angkut

Setelah puas melihat-liat area lantai 1, kamipun menaiki lift untuk beranjak ke lantai 2 Museum. Jika lantai 1 kebanyakan mobil antik dan angkutan yang terbilang mewah pada jamannya, di lantai 2 ini cenderung dipamerkan alat transportasi lokal seperti becak, andong sederhana bahkan kendaraan yang menggunakan hewan sebagai tenaga jalannya. Disana juga ada miniatur roket yang terdapat di bagian luar lantai 2 museum.
Tak hanya memamerkan berbagai jenis transportasi yang ada di Indonesia dan sejarahnya, di museum ini juga di pamerkan jenis trasnportasi yang terdapat di Negara Eropa, negara-negara yang mempunyai transportasi khas yang berasal dari negaranya. Misalnya Italia dengan FIAT dan vespanya, ada juga Mercedes, motor besar Berliner Mauer dari Jerman dan lain sebagainya.


Pokoknya sangat menarik berkunjung ke Museum ini. Bahkan ada miniatur Istana Buckingham beserta taman-taman yang cantik. Kita bisa keliling Eropa dalam sehari, walau hanya beberapa Negara Eropa saja. Beberapa wahana yang akan bisa kita nikmati di Museum Angkut ini adalah adanya Zona Edukasi, Zona Jerman, Zona Batavia, Zona Inggris, Zona Gangster & Broadway, Zona Las Vegas, Zona Itally, Zona Hollywood, Zona Perancis, Pasar Apung Nusantara dan yang paling baru disana adalah Museum D’Topeng.

Area Gengster Town *abaikan pose dibelakang*
Keluar dari Area Museum, pengunjung akan di arahkan ke Pasar Apung Nusantara. Namanya juga “Pasar” yaitu tempat untuk melakukan transaksi jual beli. Iya, disana kita dapat membeli oleh-oleh khas Malang maupun Batu, Berbagai macam kuliner menarik juga untuk disinggahi. Dengan Cuaca kota Batu yang dingin sore itu rasanya pas meminum teh atau kopi sambil menikmati udara pegunungan yang dingin tersebut.
Tak lama berselang, sambil menunggu rekan saya memilih kaos yang di jajakan di pasar apung, aku sempat melihat-lihat sekitar area pasar apung. Disana kita juga bisa menikmati keliling berperahu dengan biaya Rp.10.000/orang atau bahkan gratis pada dermaga-dermaga yang telah ditentukan. Berhubung jiwa kekanak-kanakan saya pada hari itu sedang hilang, saya tidak sempat mencoba perahu yang mengapung di kolam buatan di tengah museum angkut tersebut.
Museum ini sangat cocok bagi pecinta transportasi beserta sejarahnya. Cocok juga untuk para pemburu foto, karena disana banyak sekali spot foto yang bagus dan mengagumkan.
Masih banyak yang perlu dijelajahi di Kota Batu maupun kota Malang. Rasanya 2 hari tak cukup untuk berlibur disini. Kota Batu semakin bagus menata kota Pariwisata nya. Semoga banyak lagi ide yang tertuang untuk kemajuan pariwisata Indonesia.
Keep Calm &  Holiday !
Museum Angkut Plus Movie Star Studio
Lokasi: Jl. Terusan Sultan Agung Atas No. 2 Kota Wisata Batu
Jam Buka: 12.00 – 20.00 WIB
HTM: Weekdays: Rp. 50.000 | Weekend: Rp. 75.000 | Tiket Terusan : Rp. 85.000